Media Dakwah Islam, Seni Bela Diri Dua Dimensi, dan Pengembangan Potensi Spiritual

Sabtu, 23 Oktober 2010

Info Penting Seputar Pelatihan Bouraq Putih Indonesia

A.  Sepuluh Dasar Pokok Lembaga Perguruan “Bouraq Putih”     
      Indonesia Pusat Makassar – Sulawesi Selatan

Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.
Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah,
wa Asyhadu Anna Muhammadar Rosuulullaah,
Radhiitu Billaahi Rabban, wabil Islaami Diinan,
wabi Muhammadin Nabiyyan wa Rasuulan.
1.   Menjauhkan diri dari segala bentuk kemusyrikan (QS.6:151 / 17:23).
2.   Senantiasa berbuat baik, taat, dan patuh kepada kedua orang tua (QS.6:151 / 17:23).
3.   Senantiasa memelihara dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah (QS.49:10).
4.   Senantiasa memelihara dan menjaga diri dan keluarga (QS.66:6).
5.   Menjauhkan diri dari segala bentuk kekejian lahir dan bathin (QS.6:151).
6.   Senantiasa bersikap adil walaupun terhadap kerabat/keluarga sendiri, serta memenuhi takaran dan timbangan (QS.6:152).
7.   Tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah Swt (QS.6:151).
8.   Tidak mendekati/memakan harta anak yatim, kecuali dengan cara yang bermanfaat (QS.6:152).
9.   Menepati perjanjian dengan Allah Swt (QS.6:152).
10.   Siap ittiba’ kepada al-Islam dan konsisten dengan ajaran Islam (QS.6:153).
Billaahi fii sabiilil haq.
Hasbunallaah wani’mal wakiil.
Lahaulaa wala quwwata illaa billaahil ‘aliiyil ‘adziim.
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Makassar,  15 Juni 1997
Pengurus Besar
LPBPI Pusat Makassar,

Drs. Haery Mogat Patta Raja, M.M.
Ketua Umum
                                                                       

B.  Sanksi bagi Kader yang Melanggar 10  Dasar Pokok
1.   Sanksi Theologis
Sanksi ini merupakan bentuk ganjaran yang secara eksplisit terdapat di dalam al-Qur’an, sebagai berikut:
a.  Sanksi kemunafikan
b.  Sanksi kefasikan
c.  Sanksi kekafiran
d.  Sanksi kedzaliman
2.   Sanksi Organisasi
Sanksi ini merupakan tindak lanjut dari sanksi theologis, berupa:
a.  Peringatan/teguran
b.  Pemecatan dari keanggotaan
c.  Dimusnahkan ilmunya

C.  Persyaratan Menjadi Anggota Latihan
1.   Bagi ikhwan/laki-laki, umur minimal 16 tahun.
Bagi akhwat/perempuan, umur minimal 18 tahun, berbusanah muslimah/-berjilbab.
2.   Sanggup mengikuti pengajian/kajian Islam secara rutin.
3.   Bersedia memenuhi 10 Dasar Pokok LPBPI Pusat Makassar.
4.   Telah lulus seleksi berupa ujian fisik, mental, dan wawasan keislaman/-ketauhidan.
5.   Telah mengisi & menandatangani formulir pendaftaran.
6.   Mendapat persetujuan dari orang tua/wali.
7.   Menyetor pas foto warna ukuran 2x3 cm, 3x4 cm, dan 4x6 cm masing-masing sebanyak 3 lembar.

D.  Persyaratan Menjadi Pelatih
1.   Syarat Umum
a.   Telah mengikuti ujian minimal Tingkat Dasar (Kasaran) yang dipandu langsung oleh  para Pembina/Pelatih senior LPBPI Pusat Makassar Sulawesi Selatan.
b.  Aktif dalam kegiatan kajian/pengajian al-Islam LPBPI baik yang diselenggarakan secara terpusat maupun pada Cabang/Unit pelatihan masing-masing.
c.   Aktif dalam kegiatan-kegiatan yang bernuansa pengabdian pada masyarakat (pengobatan, bakti sosial, dan sebagainya).
d.   Sebelumnya telah aktif mendampingi pelatih pada setiap Cabang/Unit pelatihan yang ada minimal selama 3 (tiga) bulan.
e.   Telah memenuhi 10 Dasar Pokok LPBPI Pusat Makassar.
2.   Syarat Khusus
a.   Sehat lahir dan bathin.
b.  Mempunyai semangat juang yang tinggi dan rela berkorban, serta sikap istiqomah terhadap ad-Dhienul Islam.
c.   Mempunyai loyalitas dan sifat amanah serta bertanggung jawab kepada LPBPI Pusat Makassar.
d.  Telah lulus seleksi/ujian kepelatihan yang diselenggarakan oleh Dewan Penguji yang ditetapkan oleh LPBPI Pusat Makassar.
e.  Telah mengikuti penataran khusus pelatih yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat LPBPI dan dinyatakan LULUS.

D.  Cara Menjaga Keutuhan Ilmu
Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.
            Sebagai seorang kader olah raga pernapasan  (seni bela diri dua dimensi/-orajira = olah rasa, jiwa & raga) Lembaga Perguruan “Bouraq Putih” Indonesia Pusat Makassar Sulawesi Selatan, diharapkan dapat menjaga keutuhan ilmu ini  dengan senantiasa melatih napas, konsentrasi/dzikir, dan gerakan jurus secara terpadu, di samping untuk meningkatkan potensi diri yang telah dimiliki selama ini. Jadwal latihan dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan lainnya, yang penting dilakukan secara teratur dan berkesinambungan minimal sekali sepekan.
Usahakan para kader melatih kembali dan mempermantap semua gerakan jurus yang telah dipelajari, misalnya pada Tingkat Dasar (Kasaran) mulai dari jurus 1 sampai dengan jurus 10, posisi kaki kiri dan kanan secara bergantian dan tertib, serta tidak berhenti sebelum gerakan tuntas/mantap. Para kader dapat pula mengupayakan latihan bersama (gabungan) minimal sekali sebulan dengan melibatkan para pelatih senior/Pembina dan memilih tempat latihan yang representatif, seperti: latihan di pinggir pantai/laut, sungai, gunung, pulau, dan sebagainya. Dan ingat jangan lupa buka dan tutup latihan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh LPBPI Pusat Makassar, yaitu:
a.   Buat pagar ghaib pada lokasi sebelum latihan dimulai.
b.   Buka latihan dengan membaca do’a sesuai petunjuk lembaga.
c.   Pengajian al-Islam.
d.   Latihan olah raga fisik untuk pemanasan awal.
e.   Latihan olah napas/dzikir posisi duduk (awal).
f.    Latihan olah napas/dzikir posisi berdiri, dilanjutkan dengan latihan gerakan-gerakan jurus sesuai dengan tingkatan masing-masing dari awal sampai akhir, posisi kaki kiri dan kanan secara bergantian.
g.   Latihan olah napas/dzikir posisi duduk (akhir/penyegaran).
h.   Penjelasan aplikasi ilmu dan tanya jawab.
i.    Tutup latihan dengan kembali membaca do’a sesuai petunjuk lembaga.
j.    Buka kembali pagar ghaib yang dibuat sebelumnya.
Di samping itu, para kader juga sangat diharapkan untuk senantiasa mengaplikasikan ilmunya dengan membantu orang yang membutuhkan pertolongan kita, seperti mengobati orang sakit, ikut serta menciptakan ketertiban dan keamanan di lingkungan sekitar, dan sebagainya.
Suatu hal yang perlu kita sadari bahwa manusia hanya mampu berikhtiar dan berdo’a, selebihnya kembali kepada takdir dan kehendak Allah yang Mahakuasa. Dia-lah yang menentukan segalanya atas diri kita, beserta alam dan isinya.  Dia-lah yang Maha Berkehendak, dan makhluk tiada kuasa kecuali dengan perkenan-Nya semata.
Oleh karena itu, perbaikilah komunikasi  dengan Allah Swt (QS.3:191), senantiasalah mendekatkan diri kepada-Nya dengan jalan berpedoman kepada al-Qur’an dan al-Hadits, serta peliharalah hubungan baik dengan sesama manusia dan alam sekitar. Semoga ikhtiar dan ilmu amaliyah kita ini senantiasa mendapat redho Allah Swt, Aaamiien Yaa Robbul ‘aalamiien!
Billaahi fii sabiilil haq
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Bouraq Putih Indonesai
Haery Mogat Patta Raja

5 komentar:

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.....

    saya kader bouraq putih dari kabupaten bone, saya mau tanya tempat pelatihannya di makassar N apa boleh saya ikut bergabung

    by : Ayyung

    BalasHapus
  2. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,.z adalah salah satu peserta saat sekarang dari perguruan BOURAQ PUTIH,aku hanya ingin mengucapkan syukur kepada ALLAH SWT krna di beri kesempatan U/ mempelajari ORAJIRA,dlm ajaran in aku sangat mengalami perubahan yg Dahsyat.
    salam Hormat dari Akmalsyah daerah BULUKUMBA\DAMPANG

    BalasHapus
  3. salam hormat buat kaka-kaka SeniorKu

    BalasHapus
  4. As.wb.salam kenal buat semua anggota.semoga bourag putih sukses selalu.amin ya rabbal alamin.by cindy

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum sy dari kader bone dan pernah membuka bouraq putih tahun 2015 dibulukumba dan sy jg sebagai pelatih...alhamdulillah sudah banyak angkatan dibulukumba
    By Andi Yus

    BalasHapus