Menurut Syeikh Abu Hasan Assazili dari kitab Hasyiah
al-Qalyubi , ada beberapa rumusan yang dibuat beliau dan selama beliau
mengamalkannya, beliau tidak pernah melewatkan Lailatul Qodar sejak masa
baligh, yaitu :
Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu, maka lailatul
qadrnya malam ke-29;
Jika awal Ramadhan hari Jumaat atau Selasa, maka lailatul qadrnya malam ke-27;
Jika awal Ramadhan hari Khamis, maka lailatul qadrnya malam ke-25;
Jika awal Ramadhan hari Sabtu, maka lailatul qadrnya malam ke-23;
Jika awal Ramadhan hari Isnin, maka lailatul qadrnya malam ke-21.
Jika awal Ramadhan hari Jumaat atau Selasa, maka lailatul qadrnya malam ke-27;
Jika awal Ramadhan hari Khamis, maka lailatul qadrnya malam ke-25;
Jika awal Ramadhan hari Sabtu, maka lailatul qadrnya malam ke-23;
Jika awal Ramadhan hari Isnin, maka lailatul qadrnya malam ke-21.
Selain rumusan diatas, Banyak ulama-ulama kita yang mengajarkan untuk mengejar lailatul qodar di 10 hari terakhir bulan ramadhan. ini dilakukan berdasarkan hadits riwayat asy-Syaikhan, Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, daripada Sayyidatina 'A-isyah r.anha bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:-
تحروا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان
"Carilah lailatul qadr pada 10 terakhir dari bulan Ramadhan"
Ada juga ulama-ulama yang menetapkan lailatul qodar dengan
malam tertentu dalam setiap tahun yaitu malam ke-27 Ramadhan
ini berdasarkan beberapa hadits yaitu diantaranya yang
diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shohih kepada Sayyidina Ibnu
'Umar r.anhuma di mana Rasulullah s.a.w. bersabda:-
من كان متحريها فاليتحرها ليلة السابع و العشرين
"Sesiapa yang hendak mencarinya,maka carilah ia pada malam ke - 27"
Mudah-mudahan kita bisa diberikan hidayah dari Allah untuk
bertemu dengan malam istimewa ini. yaitu dengan terus melakukan amal-amal soleh
dan meningkatkan amal ibadah dengan penuh ke ikhlasan dan keimanan yang
ditujukan hanya untuk mengharap Ridha dari Allah SWT selama bulan ramadhan,
tidak hanya di malam-malam tersebut.
Sumber: Bahrus shofa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar